Kategori Artikel

Evaluasi Penawaran: Objektif di Atas Kertas, Subjektif di Lapangan

Ketegangan Antara Teori dan Praktik Evaluasi penawaran dalam proses pengadaan dirancang sebagai kegiatan yang rasional, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di atas kertas, ada kriteria yang jelas: syarat administrasi, kecukupan teknis, pengalaman, harga, jadwal, serta aspek-aspek lain yang dapat dinilai secara…

PPK di Persimpangan: Profesionalisme atau Tekanan?

Posisi PPK yang Tidak Pernah Sederhana Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK merupakan salah satu aktor kunci dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. Di atas kertas, peran PPK terlihat jelas dan terstruktur, yakni bertanggung jawab atas pelaksanaan kontrak, penggunaan anggaran,…

Mengapa Tender Sepi Peminat tapi Nilainya Fantastis?

Kontradiksi di Dunia Pengadaan Fenomena tender yang minim peminat tetapi memiliki nilai kontrak yang sangat besar sering membuat bingung banyak pihak. Di permukaan tampak sebagai peluang emas — proyek bernilai tinggi terbuka untuk diikuti siapa saja — namun kenyataannya jumlah…

Transparansi Pengadaan: Nyata atau Sekadar Narasi?

Nyata atau Sekadar Narasi? Transparansi pengadaan sering disebut sebagai pilar utama dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Secara sederhana, transparansi berarti proses yang dapat dilihat, dipahami, dan diawasi oleh publik sehingga keputusan yang diambil menjadi akuntabel. Namun ketika istilah itu…

Kontrak Ditandatangani, Masalah Baru Dimulai

Momen Penandatanganan Bukan Titik Akhir Banyak orang berpikir bahwa ketika kontrak ditandatangani, masalah sudah selesai: pekerjaan mulai, uang mengalir, dan semua pihak puas. Realitanya berbeda. Penandatanganan kontrak justru sering menandai awal fase yang paling penuh tantangan dalam siklus proyek. Di…

Vendor Lokal Selalu Kalah, Sistemnya atau Orangnya?

Keluhan yang Terus Berulang dari Daerah Di banyak daerah, keluhan vendor lokal terdengar hampir seragam dari tahun ke tahun. Mereka merasa sudah melengkapi semua persyaratan, mengikuti proses tender sesuai aturan, bahkan menawarkan harga yang kompetitif, namun tetap saja kalah. Pemenang…

Pengadaan Barang/Jasa: Aturan Ketat, Praktik Longgar?

Kontradiksi antara Aturan dan Kenyataan Pengadaan barang dan jasa publik seharusnya menjadi tulang punggung pelaksanaan program pemerintahan: menjamin kebutuhan dipenuhi tepat waktu, berkualitas, dan dengan biaya yang efisien. Di atas kertas, regulasi pengadaan diatur sedemikian ketat; terdapat prinsip-prinsip yang jelas…

Tender Formalitas: Siapa Sebenarnya Pemenangnya?

Fenomena Tender yang Terlihat Sah tapi Terasa Janggal Tender pengadaan barang dan jasa pada dasarnya dirancang sebagai mekanisme yang adil, transparan, dan kompetitif untuk memastikan negara atau pemerintah daerah mendapatkan penyedia terbaik dengan harga yang wajar. Namun, dalam praktiknya, tidak…

Menghindari Harga Terlalu Murah atau Terlalu Mahal pada Pengadaan Rutin

Harga yang Seimbang Menjadi Penentu Keberhasilan Pengadaan Dalam pengadaan rutin, istilah “terlalu murah” dan “terlalu mahal” bukan sekadar masalah angka. Keduanya membawa dampak nyata terhadap kelancaran operasional, kelangsungan pasokan, kualitas barang dan jasa, serta keberlanjutan anggaran. Harga yang terlalu murah…

Kesalahan Umum dalam Menyusun HPS Pengadaan Rutin

HPS sebagai Pondasi Pengadaan yang Sering Diabaikan Harga Perkiraan Sendiri atau HPS adalah salah satu elemen kunci dalam proses pengadaan barang dan jasa. Untuk pengadaan rutin—yang sifatnya berulang dan mendukung operasional harian—HPS menjadi dasar penetapan pagu anggaran, evaluasi penawaran, dan…